Kamis, 10 Februari 2011 | By: Ikhsan

Karakter game yang berasal dari Indonesia

1. Suhadi Sadono (Splinter Cell : Pandora Tomorrow)


Disuarakan oleh David Kaye. Suhadi Sadono adalah pemimpin dari kelompok  radikal Indonesia yang dikenal sebagai Darah Dan Doa, dan antagonis utama Splinter Cell: Pandora Tomorrow. 
Sadono telah telah menjadi anggota Darah Dan Doa sejak ia berusia 15 tahun. Ia dididik oleh CIA untuk membantu memerangi pengaruh Komunis di wilayah ini, tetapi merasa dikhianati ketika Amerika berhenti mendukung Indonesia dan malah mendukung Timor Timur, bahkan membangun pangkalan militer permanen di Timor Timur untuk memperluas pengaruh mereka atas wilayah tersebut. Tidak terima atas campur tangan Amerika terhadap otonomi negaranya, Sadono akhirnya memutuskan untuk menyatakan perang terhadap Amerika. Pada awal Splinter Cell: Pandora Tomorrow, Suhadi memimpin pasukan gerilyawan dalam serangan terhadap kedutaan Amerika di Timor Timur, menyandera puluhan orang, termasuk teman lama Sam Fisher, Douglas Shetland. 
Hal ini terungkap kemudian sepanjang permainan bahwa Sadono telah memperoleh sampel virus cacar dan menempatkan serangkaian bom virus di seluruh Amerika Serikat, mengancam untuk meledakkan mereka dan melepaskan virus jika ia dibunuh atau ditangkap. Dia menyebut rencana ini "Pandora Tomorrow". Ketika Sam berhasil menghentikan ancaman Pandora Tomorrow, Sadono melanjutkan usahanya menggunakan pernyataan terekam untuk menyerukan revolusi dunia terhadap US. Sebelum dia dapat melaksanakan rencananya, Sadono ditangkap oleh Fisher dan diserahkan kepada CIA untuk diadili.


2. Eddy Raja (Uncharted : Drake's Fortune)




Disuarakan oleh James Sie. Eddy Raja adalah salah satu dari tiga karakter antagonis dari Uncharted:Drake's Fortune, bersama Gabriel Roman dan Atoq Navarro. Dia adalah pemimpin dari geng bajak laut Indonesia. Dia juga memiliki saudara perempuan bernama Rika. Dia adalah salah satu dari banyak pemburu harta  yang tertarik untuk memperoleh El Dorado , dan membentuk aliansi dengan Navarro dan Roman. Mereka bersaing dengan Nathan Drake, rival Eddy yang punya sejarah masa lalu dengannya, Elena Fisher dan Victor Sullivan.
Eddy menemui ajalnya saat dia dan Nate dipojokkan oleh sekelompok monster yang disebut "Descendants" di dalam ruang penympanan harta karun di mana Sir Francis Drake meninggal. Meskipun mereka masih dendam terhadap satu sama lain, mereka sepakat untuk bekerja sama. Eddy ditarik ke tepi jurang oleh salah satu Descendant, Nate berusaha menyelamatkannya tapi Descandant lain datang dan menggigit leher Eddy, menyebabkan Eddy kehilangan pegangan dari Nate dan jatuh ke dalam lubang bersama dengan Descendant.




3. Raging Raven (Metal Gear Solid: 4)
Merupakan salah satu anggota Beauty and the Beast unit yang sempat menghadang Snake dalam misinya. 
Raging Raven lahir di Aceh, sebuah wilayah Indonesia, tempat yang bertahun-tahun berperang sebelum kelahirannya. Dia ditangkap oleh tentara saat kecil dan dikurung bersama dengan banyak anak-anak yang ditangkap lainnya. Para tentara, frustasi karena perang yang mereka alami selama bertahun-tahun, selalu memukuli mereka setiap hari, termasuk Raven. Anak-anak tahanan berusaha untuk berpegang pada harapan dan mencoba untuk menghibur dengan saling meyakinkan satu sama lain bahwa bantuan pada akhirnya akan datang, sementara berusaha bertahanl hidup dengan memakan sisa sedikit makanan yang ada, tapi ini hanya membuat marah para prajurit, menyebut mereka parasit dan "gagak pemakan kotoran" dan memukuli mereka lebih keras. Akhirnya, para prajurit tiba-tiba meninggalkan mereka untuk alasan yang tidak diketahui, meninggalkan para yatim piatu yang lemah dan tak berdaya untuk dimakan hidup-hidup oleh burung-burung yang menghuni pedesaan.

Para gagak mengambil anak-anak satu per satu waktu tetapi ketika mereka datang untuk Raven, entah bagaimana gagak-gagak tersebut malah memotong ikatannya dan Raven pun terbebas. Pada saat itu, dia dipenuhi dengan kemarahan tak terkendali yang di dalam jiwanya. Dia membunuhi para gagak dan kemudian mengejar tentara. Ketika ia terjebak dengan mereka, ia menunggu sampai malam tiba dan membunuh semua tentara dan warga sipil yang tertangkap, sementara berteriak dan berkaok seperti gagak. Baginya, tidak ada perbedaan.

0 komentar:

Posting Komentar